Senin, 02 Februari 2015

Pantai Nampu


Selasa, 30 Desember 2014

Tentang Apa yang di Rasa

Aku punya jejaring sosial mulai dari facebook, twitter, tumblr, bahkan blog.. tapi semuanya tak ada yang istimewa. Aku berusaha mencari teman, tapi tetap saja tak ku dapatkan. Tulisan dan statusku kayaknya gak pernah laku. Mungkin karena aku jarang stay di jejaring sosial ku. Bukan hanya satu yang gak aktif, tapi juga semuanya.

Kamis, 25 Desember 2014

Asal Usul Sondokoro

            Jaman samono Ki Plapar kawentar luhuring budi, arif, lan sekti mandraguna.   Sorot netrane kebak kawibawan. Pakulinan mlaku adoh lan ngrasakake hawa esuk wiwit enom ing saben dinane ndadekake Ki Plapar ora katon tuwa.   Saben dina Ki Plapar nggembleng para muride babagan ilmu jagat diri kanthi pangajab mbesuke bisaa mbelani lan ngayomi rakyat saka angkara murka. 

Minggu, 23 November 2014

Macam - Macam Paragraf

 Macam paragraf menurut sifat isinya/teknik pemaparannya, paragraf dibedakan atas paragraf persuasi, paragraf argumentasi, paragraf narasi, paragraf deskripsi, dan paragraf eskposisi. Pembedaan seperti tersebut tentunya bergantung pada maksud penulisnya dan tuntutan konteks serta sifat informasi yang akan disampaikan. Penyelarasan sifat isi paragraf dengan isi karangan sebenarnya sudah cukup beralasan karena di awal sudah dinyatakan bahwa pekerjaan menyusun paragraf adalah pekerjaan mengarang juga. Walaupun karangan yang berbentuk satu alinea merupakan karangan sederhana, prinsip penulisannya sama dengan karangan kompleks, sama-sama mempunyai topik, pendahuluan, uraian, dan penutup.  Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut ini;

Selasa, 18 November 2014

Niat

Dengan niat aku mampu
Mampu melakukan hal yang kuanggap sulit
Meski lelah, aku kembali berenergi

Senin, 17 November 2014

Diam

Hanya kata itu
yang terpikir dalam otakku
Ku sadari...
bahwa aku baru kecewa
Jadi aku diam, tanda marah

Selasa, 04 November 2014

Asal Mula Huruf Jawa



Dahulu kala, di sebuah kerajaan Medhangkamulan, bertahtalah seorang raja bernama Dewata Cengkar. Atau terkenal dengan nama Prabu Dewata Cengkar. Seorang raja yang sangat rakus, bengis, tamak, dan suka memakan daging manusia. Karena kegemarannya memakan daging manusia, maka secara bergilir rakyatnya pun dipaksa menyetor upeti berwujud manusia.